Senin, 18 April 2016

Daftar Pembangkit Listrik Proyek 35.000 MW yang Beroperasi Tahun ini

Daftar Pembangkit Listrik Proyek 35.000 MW yang Beroperasi Tahun ini

Daftar Pembangkit Listrik Proyek 35.000 MW yang Beroperasi Tahun ini Foto: Michael Agustinus
Jakarta -Sejumlah pembangkit listrik dari proyek 35.000 MW dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini. Ada 12 pembangkit yang rencananya segera memasok listrik di seluruh Indonesia.

"Yang sudah selesai (Commercial Operation Date/COD) antara lain PLTG Gorontalo 4x25 MW," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (17/4/2016).

Berikut daftar lengkap pembangkit listrik dari proyek 35.000 MW yang dijadwalkan COD tahun ini, dikutip dari data Kementerian ESDM:

Pulau Jawa:
  • PLTU Banten 625 MW
  • PLTU Tanjung Awar-Awar 1x350 MW
  • PLTGU Grati 450 MW
Pulau Sumatera:
  • PLTU Riau Peaker 200 MW
  • PLTP Ulubelu 3&4 2x55 MW
  • PLTG Lampung Peaker 200 MW
Pulau Kalimantan:
  • PLTU Ketapang 20 MW
  • PLTU P Baru 100 MW
  • PLTU Malinau 6 MW
Pulau Sulawesi:
  • PLTU Gorontalo 50 MW
  • PLTMG Wajo 20 MW
Nusa Tenggara:
  • PLTU Kupang IPP 2x16,5 MW
Sejak diluncurkan pada Mei 2015 lalu, realisasi proyek 35.000 MW baru 100 MW alias 0,28%. Meski demikian, Jarman tetap optimis proyek 35.000 MW masih bisa selesai tepat pada waktunya.

"Masih tetap on track," tutupnya
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/04/19/084319/3191090/1034/daftar-pembangkit-listrik-proyek-35000-mw-yang-beroperasi-tahun-ini?f9911023

Rabu, 23 Maret 2016

Proyek PLTU Batang 2 x 1.000 MW Mulai Konstruksi

Proyek PLTU Batang 2 x 1.000 MW Mulai Konstruksi

Kamis, 24/03/2016 12:31 WIB
Proyek PLTU Batang 2 x 1.000 MW Mulai Konstruksi Foto: Angling Adhitya Purbaya
Batang -Pembangunan PLTU Batang 2x1.000 mw, di Jawa Tengah tepatnya  di Desa Ujung Negoro Kecamatan Kandeman dan Desa Ponowareng Kecamatan Tulis akhirnya masuk pada tahap konstruksi dengan ditandai kegiatan pemagaran. Mega proyek tersebut sudah menyelesaikan tahap pembebasan lahan yang selama beberapa tahun menjadi kendala.

Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI),  Mohammad Effendi mengatakan dengan sudah dilakukannya pemagaran, maka seluruh area pembangunan tertutup untuk umum. Pemasangan panel terakhir pagar area itu dilakukan oleh Wakil Bupati Batang Soetadi, Effendi, dan Manager PT PLN Area Pekalongan, Djoko Tri Harstjarjo.

"Kami bersyukur dengan adanya dukungan berbagai pihak sehingga proses konstruksi dapat segera dilakukan. Seluruh proses pengadaan lahan juga telah terselesaikan dengan baik, bukan hanya untuk area pembangkit tetapi juga untuk gardu induk, dan jalur transmisi sepanjang 5,5 km juga sudah selesai seluruhnya," kata Effendi di lokasi pembangunan PLTU Batang, Kamis (24/3/2016).

Pengadaan lahan PLTU seluas 226 hektare seluruhnya telah selesai dilakukan meski sempat terkendala beberapa tahun. Setelah  proses konsinyasi dengan menerapkan UU No. 2/2012 pada 12.5 hektare sisa lahan PLTU, dari total 226 hektare lahan yang dibutuhkan, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik dan dokumen hasil pembebasan lahan telah diserahkan dari BPN kepada PT PLN (Persero) pada 8 Desember 2015 lalu.

Effendi menjelaskan, pihak PT PLN sudah memasang papan informasi kepemilikan tanah sejak 11 Januari 2016. Pemilik tanah sebelumnya juga sudah bisa mengambil uang pengganti di Pengadilan Negeri Batang.
Permasalahan hukum juga telah diselesaikan dengan putusan Mahkamah Agung pada 29 Februari 2016 lalu yang menolak gugatan pembatalan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Sisa Lahan PLTU.

"Kami telah melalui serangkaian proses sertifikasi dan perijinan. Proses penilaian AMDAL melibatkan para ahli yang melakukan sejumlah analisa dan kami menuangkannya dalam dokumen AMDAL yang menjadi komitmen kami kepada masyarakat dan pemerintah. Pelaksanaannya juga terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala," terang Effendi ketika menjelaskan terkait isu lingkungan yang sempat dipermasalahkan.

Diketahui, investor yaitu  PT BPI  yang merupakan perusahaan join venture yang dibangun oleh tiga konsorsium antara Electric Power Development Co., Ltd. (J-Power), PT Adaro Power, yang seluruhnya adalah dimiliki Adaro Energy dan Itochu Corporation (Itochu). Nilai investasi di proyek PLTU ini mencapai US$ 4 miliar.

Pembangunan PLTU di Jawa Tengah merupakan bagian dari program elektrifikasi Jawa-Bali serta komitmen Pemerintah untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 MW dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019). Dengan dimulainya konstruksi, diharapkan PLTU Jawa Tengah akan dapat beroperasi pada 2020 serta memasok kebutuhan listrik nasional yang kebutuhannya terus meningkat lebih dari 8% per tahun.

"Pengerjaannya butuh waktu 48 bulan, setelah itu PT Bhimasena akan mengoperasikan dan menyalurkan ke PLN. Setelah 25 tahun, diserahkan ke PLN. Termasuk yang 12,5 hektar ini kita pinjam dari PLN, maka yang ini termasuk lainnya termasuk bangunan di atasnya akan dikembalikan ke PLN," pungkasnya.
http://finance.detik.com/read/2016/03/24/123132/3172306/1034/proyek-pltu-batang-2-x-1000-mw-mulai-konstruksi?f9911023

Selasa, 19 Januari 2016

Proyek 35.000 MW Sudah Terbangun 100 MW

Proyek 35.000 MW Sudah Terbangun 100 MW

Rabu, 20/01/2016
Proyek 35.000 MW Sudah Terbangun 100 MW
Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mengebut realisasi pencapaian program pembangunan listrik 35.000 Mega Watt (MW).

Saat ini, PLN telah menyelesaikan pembangunan satu unit pembangkit yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo berkapasitas 4x25 MW alias 100 MW.

Bahkan, 2 dari 4 instalasi yang ada di PLTG Gorontalo sudah bisa beroperasi mulai 21 Januari 2016 nanti.

"Dari total 100 MW yang terdiri dari 4 unit pembangkit, 2 di antaranya telah bisa dioperasikan. Total kapasitasnya 50 MW," ujar Direktur Perencanaan Korporat PLN Nike Widyawati di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Secara kapaistas, realisasi 100 MW ini memang tergolong kecil dibandingkan target yang dicanangkan mencapai 35.000 MW.

Agar terget 35.000 MW bisa benar-benar terealisasi, di 2016 sendiri perusahaan sudah menyiapkan sejumlah langkah percepatan.

Dengan percepatan ini, di tahun 2016, PLN menargetkan akan segera ditandatangani 17 perjanjian jual beli listrik alias power purchasing agreement (PPA) baru.

"Sampai Juni 2016 ada 17 PPA baru. 17 itu kapasitasnya 7.165 MW," sambung dia.

Dengan penambahan 17 PAA baru tersebut, maka total proyek pembangunan pembangkit listrik yang dilakukan perusahaan listrik pelat merah tersebut menjadi 37 proyek dengan total kapasitas mencapai 15.533 MW.

"‎Target Internal minimal 37 proyek ditandatangani dengan kapasitas 15.533 MW dalam setengah tahun, sampai Juni 2016," ujarnya.

Nike menjelaskan, dari 37 proyek tersebut merupakan total proyek yang akan dikerjakan PLN setelah digabungkan dengan19 proyek sebelumnya yang saat ini telah masuk tahap pengadaan. Diharapkan, realisasi Proyek 35.000 MW bisa tercapai di 2019.

"19 proyek ini kapasitasnya 8.368 MW," sambung dia.
SUMBER : http://finance.detik.com/read/2016/01/20/133157/3122773/1034/proyek-35000-mw-sudah-terbangun-100-mw?f9911013

Kamis, 14 Januari 2016

Proyek Gas Masela

Offshore atau Onshore Proyek Gas Masela Bukan Hal Utama

Arifin Asydhad - detikfinance
Rabu, 13/01/2016 11:01 WIB
Offshore atau Onshore Proyek Gas Masela Bukan Hal Utama
Ambon -Saat bertemu pejabat dan tokoh masyarakat di Saumlaki di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan di Ambon ibu kota provinsi Maluku, Menteri ESDM Sudirman Said meminta agar masyarakat tidak perlu meributkan apakah proyek gas Blok Masela akan dibangun di tengah laut (offshore) atau di darat (onshore). Yang paling utama, bagaimana proyek ini bisa memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Maluku.

Ketika berdiskusi dengan pimpinan DPRD MTB, Wakil Bupati MTB dan jajarannya, serta Gubernur Maluku Said Assagaf dan tokoh-tokoh Maluku, Sudirman selalu menyampaikan hal ini. Ini penting karena bila dua opsi ini terus diperdebatkan, maka hal ini akan menjadi kontraproduktif di tengah masyarakat Maluku.

Karena itu, Sudirman Said selalu meminta kepada masyarakat Maluku untuk menunggu keputusan Presiden Jokowi yang akan diambil dalam waktu dekat. "Ini wisdom presiden, kita tunggu saja. Yang pasti presiden ingin agar manfaat proyek Blok Masela ini tidak dinikmati hanya sekelompok orang, tapi memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat Maluku," kata Sudirman.

Sudirman bertemu pejabat dan tokoh masyarakat MTB di Saumlaki pada Jumat (8/1/2016), kemudian bertemu tokoh Maluku di kantor Gubernur Maluku, Ambon pada Sabtu (9/1/2016). Pertemuan di Saumlaki mendapat sambutan yang hangat, dan mereka setuju untuk tidak memperdebatkan offshore atau onshore. Adem ayem.



Namun, saat bertemu tokoh Maluku di Ambon, beberapa politisi yang juga anggota DPRD Maluku berbicara cukup keras dan meminta agar kilang gas Masela dibangun di darat saja. Ini seperti diutarakan Wakil Ketua DPRD Maluku yang juga anggota dewan dari Partai Golkar, Richard Rahakbauw. Dia beralasan bahwa Musyawarah Besar Masyarakat Maluku pada November 2015 sudah menetapkan agar Blok Masela dibangun onshore saja, karena akan memberi manfaaat lebih besar kepada masyarakat Maluku.

Ternyata opsi onshore tidak terhenti pada isu itu saja. Yang berkembang kemudian adalah kalau Blok Masela dibangun onshore, perdebatan dan tuntutan lain ternyata berkembang. Misalnya, sudah ada suara agar kilang onshore ini dibangun di Kepulauan Aru yang berjarak 600 kkilometer (km) dari lokasi ditemukannya Blok Masela. Padahal, daratan yang paling dekat dengan blok Masela adalah Saumlaki dan wilayah Blok Masela memang berada di wilayah MTB. Jarak Blok Masela dengan Saumlaki juga hanya sekitar 180 km.

Saat bertemu Sudirman Said, seorang profesor yang juga pemuka Maluku Barat Daya (MBD), Prof Aholiab Watloly meminta agar pemerintah juga memperhatikan MBD. Dia meminta supaya pemerintah tidak hanya memperhatikan MTB, termasuk dalam pemberdayaan masyarakat. Karena itu, bila memang sudah ada fasilitas Inpex yang akan dibangun di MTB, maka dia meminta agar kilang dibangun di daratan MBD.



Apalagi, kata dia, nama Blok Masela juga tidak terlepas dari keberadaan Pulau Masela yang ada di wilayah kabupaten MBD. "Saya minta Bapak untuk juga lihat bagaimana kondisi masyarakat MBD. Kasihan masyarakat MBD," pinta Watloly, yang merupakan guru besar filsafat di Universitas Pattimura Ambon itu.

Pada tahun 1999, sebenarnya wilayah kabupaten MBD masuk ke dalam wilayah kabupaten MTB. Namun, sekitar tahun 2004, terjadi pemekaran wilayah dan MBD menjadi kabupaten sendiri. Kondisi infrastruktur di MTB dan MBD saat ini memang masih memprihatinkan. Banyak kecamatan dan desa yang belum teraliri listrik. Di antara 11 kabupaten/kota di Maluku, MBD merupakan kabupaten paling miskin. Sementara MTB merupakan kabupaten paling miskin nomor dua.

Sepertinya jalan masih panjang apabila Blok Masela diputuskan dibangun secara onshore, karena terjadi perdebatan daratan mana yang paling layak dibangun kilang. Sudirman Said meminta agar masyarakat Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Said Assagaf bisa bersatu menunggu keputusan pemerintah pusat mewujudkan proyek Blok Masela dengan baik demi manfaat untuk masyarakat Maluku.

Sudirman Said sendiri mengaku dirinya bersikap netral. Sesuai penilaian konsultan, baik onshore maupun offshore, sama-sama dimungkinkan. Hingga saat ini, Sudirman masih menunggu analisa yang lebih komprehensif dari berbagai pihak profesional mana opsi yang lebih efisien dan memberi manfaat lebih banyak.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, berdasarkan masukan konsultan, sebenarnya pembangunan offshore lebih efisien dibanding onshore. Pembangunan offshore juga akan bisa mendatangkan lebih banyak manfaat, karena salah satunya akan bisa memunculkan industri galangan kapal di kawasan Maluku. Bila offshore yang dipilih, Inpex Masela sebenarnya sudah melakukan survei lahan di Pulau Selaru dan Saumlaki yang ada di Pulau Yamdena untuk dibangun Logistic Supply Base (LSB).

Apa pun yang akan diputuskan Presiden Jokowi nanti, Amien Sunaryadi meminta masyarakat Maluku untuk bersiap menghadapi realisasi proyek ini, meski masih membutuhkan waktu panjang. Dia memprediksi Plan of Development (PoD) bisa diputuskan pemerintah bulan ini, maka pembangunan konstruksi kilang baru akan bisa dimulai akhir 2020 dan produksi gas baru bisa dihasilkan pada 2024. Amien meminta salah satu yang perlu disiapkan adalah sumber daya manusia (SDM), baik untuk pekerja di Blok Masela, maupun untuk membangun usaha-usaha lokal untuk mensuplai kebutuhan proyek ini.

Participating Interest (PI) 10 Persen

Dalam pertemuan dengan masyarakat Maluku, Sudirman Said juga telah menyampaikan kepastian bahwa Provinsi Maluku akan mendapat participating interest (PI) 10 persen dalam proyek Blok Masela. Gubernur Said Assagaf mengumumkan keputusan ini di depan para pejabat dan tokoh Maluku dan mendapat tepuk tangan yang meriah.

Namun, Sudirman Said dan Dirjen Migas IGN Wiratmaja yang juga hadir dalam pertemuan mengingatkan, bahwa selain ada benefit yang diterima Pemprov Maluku terkait PI 10 persen ini, juga ada kewajiban yang harus dilakukan Pemprov. Salah satunya, Pemprov Maluku harus ikut menyertakan modal.

Wiratmaja mengimbau agar Pemprov Maluku bisa bekerjasama dalam hal ini dengan Pertamina, BUMN yang selama ini memiliki pengalaman di bidang migas. Pengalaman masa lalu di berbagai proyek yang juga melibatkan Pemprov atau Pemda, banyak pengusaha nasional yang memanfaatkan PI ini hanya untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Sebaiknya pengalaman masa lalu ini tidak terjadi lagi dalam Blok Masela.

"Jadi jangan hanya berpikir manfaaatnya saja, tapi yang perlu dipikirkan adalah kewajibannya dan juga risikonya," kata Wiratmaja. Manfaat yang didapatkan Pemprov, antara lain pembagian dividen dan bisa menempatkan wakilnya di jajaran manajemen.
Sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/13/103202/3117228/1034/offshore-atau-onshore-proyek-gas-masela-bukan-hal-utama?f990101mainnews

Selasa, 12 Januari 2016

Ini Rencana PLN di 2016 Agar Sumatera Tak Byar-Pet Dana Aditiasari - detikfinance Selasa, 12/01/2016 16:07 WIB Ini Rencana PLN di 2016 Agar Sumatera Tak Byar-Pet Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus meningkatkan pasokan listrik di Sumatera tahun ini. Perusahaan listrik pelat merah ini bakal mengoperasikan pembangkit baru berkapasitas total 1.290 Mega Watt. ‎ "Tahun ini ditargetkan akan ada pembangkit yang beroperasi dengan total kapasitas 1.290 MW," ujar‎‎ Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (12/1/2015). Saat ini kapasitas daya listrik terpasang di Sumatera telah mencapai 5.750 MW. Artinya, dengan penambahan tersebut kapasitas, listrik terpasang di Sumatera pada akhir 2016 menjadi 7040 MW. Dengan jumlah tersebut, diharapkan dapat menjawab permintaan layanan listrik yang terus meningkat, sekaligus meningkatkan jumlah cadangan listrik sebagai antisipasi atas gangguan yang terjadi. Saat ini, lanjut dia, demand atau permintaan listrik di Sumatera secara keseluruhan adalah 5.000 MW. Menurut catatan PLN, setiap tahunnya ada tren peningkatan 8% terhadap permintaan listrik di Sumatera. Sementara cadangan ideal yang diperlukan adalah 30%. Dengan asumsi tersebut‎ maka di tahun 2016, PLN harus memiliki pembangkit listrik beroperasi dengan kapasitas 7020 MW. "Makanya kita harus tambah terus pembangkit di Sumatera. Selain untuk mengisi yang permintaan terus bertambah. Kita juga harus tambah 30% lagi sebagai reserve margin (cadangan listrik). Sehingga bukan hanya terpenuhi, tapi kalau ada gangguan juga bisa ditutup dari yang 30% tadi. Jadi pemadaman bisa dihindari," pungkas dia. Berikut daftar pembangkit listrik yang ditargetkan beroperasi di Sumatera sepanjang 2016: Sumatera Bagian Selatan dan Tengah : Mobile Power Plant Duri berkapasitas 100 MW, akan beroperasi pada Desember 2016. Mobile Power Plant Lampung berkapasitas100 MW, akan beroperasi pada September 2016. PLTU Ulubelu berkapasitas 55 MW, akan beroperasi pada Desember 2016. PLTU Tenayan berkapasitas 2x100 MW (200 MW) akan beroperasi pada Maret dan Juni 2016. PLTU Sumsel V unit-2 berkapasitas150 MW, akan beroperasi pada pada Maret 2016. PLTMG Jambi berkapasitas 50 MW, akan beroperasi pada Juli 2016. Sumatera Bagian Utara: PLTA Wampu berkapasitas 45 MW, akan beroperasi pada September 2016. Marine Vessel Power Plant berkapasitas 240 MW, akan beroperasi pada Maret 2016 Mobile Power Plant berkapasitas100 MW, akan beroperasi pada Juni 2016 Mobile Power Plant Deli Serdang berkapasitas 250 MW, akan beroperasi pada November 2016‎

Ini Rencana PLN di 2016 Agar Sumatera Tak Byar-Pet

Selasa, 12/01/2016
Ini Rencana PLN di 2016 Agar Sumatera Tak Byar-Pet
Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus meningkatkan pasokan listrik di Sumatera tahun ini. Perusahaan listrik pelat merah ini bakal mengoperasikan pembangkit baru berkapasitas total 1.290 Mega Watt.

"Tahun ini ditargetkan akan ada pembangkit yang beroperasi dengan total kapasitas 1.290 MW," ujar‎‎ Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (12/1/2015).

Saat ini kapasitas daya listrik terpasang di Sumatera telah mencapai 5.750 MW. Artinya, dengan penambahan tersebut kapasitas, listrik terpasang di Sumatera pada akhir 2016 menjadi 7040 MW.

Dengan jumlah tersebut, diharapkan dapat menjawab permintaan layanan listrik yang terus meningkat, sekaligus meningkatkan jumlah cadangan listrik sebagai antisipasi atas gangguan yang terjadi.

Saat ini, lanjut dia, demand atau permintaan listrik di Sumatera secara keseluruhan adalah 5.000 MW. Menurut catatan PLN, setiap tahunnya ada tren peningkatan 8% terhadap permintaan listrik di Sumatera. Sementara cadangan ideal yang diperlukan adalah 30%.

Dengan asumsi tersebut‎ maka di tahun 2016, PLN harus memiliki pembangkit listrik beroperasi dengan kapasitas 7020 MW.

"Makanya kita harus tambah terus pembangkit di Sumatera. Selain untuk mengisi yang permintaan terus bertambah. Kita juga harus tambah 30% lagi sebagai reserve margin (cadangan listrik). Sehingga bukan hanya terpenuhi, tapi kalau ada gangguan juga bisa ditutup dari yang 30% tadi. Jadi pemadaman bisa dihindari," pungkas dia.

Berikut daftar pembangkit listrik yang ditargetkan beroperasi di Sumatera sepanjang 2016:

Sumatera Bagian Selatan dan Tengah :

  • Mobile Power Plant Duri berkapasitas 100 MW, akan beroperasi pada Desember 2016.
  • Mobile Power Plant Lampung berkapasitas100 MW, akan beroperasi pada September 2016.
  • PLTU Ulubelu berkapasitas 55 MW, akan beroperasi pada Desember 2016.
  • PLTU Tenayan berkapasitas 2x100 MW (200 MW) akan beroperasi pada Maret dan Juni 2016.
  • PLTU Sumsel V unit-2 berkapasitas150 MW, akan beroperasi pada pada Maret 2016.
  • PLTMG Jambi berkapasitas 50 MW, akan beroperasi pada Juli 2016.
Sumatera Bagian Utara:

  • PLTA Wampu berkapasitas 45 MW, akan beroperasi pada September 2016.
  • Marine Vessel Power Plant berkapasitas 240 MW, akan beroperasi pada Maret 2016
  • Mobile Power Plant berkapasitas100 MW, akan beroperasi pada Juni 2016
  • Mobile Power Plant Deli Serdang berkapasitas 250 MW, akan beroperasi pada November 2016‎
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/12/155027/3116660/1034/ini-rencana-pln-di-2016-agar-sumatera-tak-byar-pet?f9911023

PLN Operasikan Pembangkit Baru 1.640 MW di Sumatera, Ini Rinciannya

PLN Operasikan Pembangkit Baru 1.640 MW di Sumatera, Ini Rinciannya

Selasa, 12/01/2016
PLN Operasikan Pembangkit Baru 1.640 MW di Sumatera, Ini Rinciannya
Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telahmengoperasikan sejumlah pembangkit baru di Pulau Sumatera dengan kapasitas 1.640 Mega Watt (MW) sepanjang 2015.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin mengatakan, total pembangkit baru yang beroperasi tersebut terbagi menjadi 2 yakni di‎ Sumatera Bagian Selatan dan Tengah ada 1.060 MW, dandi Sumatera Bagian Utara ada 580 MW. Terdiri dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas)

Berikut Pembangkit-pembangkit baru yang beroperasi di tahun 2015 berdasarkan data PT PLN (Persero):

Sumatera Bagian Selatan dan Tengah:

  1. PLTU Sumsel V unit 1 berkapasitas 150 MW beroperasi di November 2015
  2. PLTU Banjar Sari berkapasitas 2x110 MW (220 MW) beroperasi di Juni 2015
  3. ‎PLTU Keban Agung berkapasitas 2x120 MW (240 MW), unit 1 beroperasi di Oktober 2015 dan unit 2 beroperasi di Desember 2015
  4. PLTMG Keramasan berstatus sewa dengan kapasitas 50 MW beroperasi di Juni 2015
  5. PLTU Sebalang unit 2 berkap‎asitas 100 MW beroperasi di Juli 2015
Sumatera Bagian Utara‎:

  1. PLTMG Arun berkapasitas 180 MW. Blok 1 beroperasi di November 2015, Blok 2 dan 3 beroperasi di Desember 2015 dan Blok 4 beroperasi di Januari 2016.
  2. PLTU Pangkalan Susu unit 2 berkapasitas 200 MW, beroperasi di Juli 2015.
  3. PLTU Pangkalan Susu unit 1‎ berkapasitas 200 MW beroperasi di Agustus 2015.
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/12/135659/3116480/1034/pln-operasikan-pembangkit-baru-1640-mw-di-sumatera-ini-rinciannya?f9911023

Senin, 31 Agustus 2015

2.519 Desa Masih 'Gelap Gulita', Alasan Listrik 35.000 MW Dibangun

Masih banyak pihak yang meragukan pemerintahan Presien Joko Widodo (Jokowi) mampu membangun pembangkit listrik sebanyak 35.000 megawatt (MW). Apalagi harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan, bagi sebagian orang menganggap hal tersebut terlalu ambisius.
2.519 Desa Masih Gelap Gulita, Alasan Listrik 35.000 MW Dibangun
Tapi, kenapa harus 35.000 MW? Kenapa harus sebanyak itu dalam 5 tahun? Berikut penjelasan Menteri ESDM Sudirman Said kepada detikFinance, Selasa (1/9/2015).

"Mengapa harus dibangun 35.000 MW? Karena saat ini ada 8,5 juta rumah tangga, 2.519 desa, dan 136 kecamatan belum memperoleh akses listrik," kata Sudirman.

Apalagi sebagian besar yang menikmati listrik saat ini, kata Sudirman tidak bisa menikmati secara maksimal, konsumsi listriknya rendah karena pasokan listriknya pas-pasan, alias byar-pet.

"Bagi yang sudah memperoleh akses listrik pun, tingkat konsumsi listrik per kapita Indonesia hanya seperlima dari Malaysia, atau sepersepuluh dari Singapura," kata Sudirman.

Apalagi saat ini kapasitas terpasang listrik di Indonesia baru 53.000 MW, kapasitas ini masih sangat pas-pasan untuk negara sebesar Indonesia.

"Lebih baik kita over investment. Jangan membiarkan kejar tayang terjadi dalam urusan ketenagalistrikan kita," tutup Sudirman.
Sumber ;  http://finance.detik.com/read/2015/09/01/072114/3006395/1034/2519-desa-masih-gelap-gulita-alasan-listrik-35000-mw-dibangun?f9911013

Kamis, 27 Agustus 2015

Jokowi: Ada yang Hambat 35.000 MW, Ketemu Saya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai program pembangunan mega proyek listrik 35.000 megawatt (MW) dalam 5 tahun, ia memastikan bahwa target tersebut bukan ambisius. Bahkan, bila ada pihak yang menghambat proyek ini akan berhadapan dengan dirinya.
Jokowi: Ada yang Hambat 35.000 MW, Ketemu Saya
Hal tersebut diungkapkan Jokowi usai menghadiri acara Construction Kick Off PLTU Batang Jawa Tengah 2 x 1.000 MW dan Peresmian Program Elektrifikasi 50 Lokasi di Pulau Terdepan di Daerah Perbatasan, di Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2015).

"Dalam 5 tahun ke depan kita butuh 35.000 MW lagi. Maka kalau itu ada yang menghambat, ketemu saya," tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, listrik dari program 35.000 MW tersebut sangat dibutuhkan rakyat Indonesia, karena setiap ia kunjungan kerja ke berbagai daerah terutama di luar Jawa, keluhan rakyat selalu masalah kekurangan listrik.

"Karena setiap saya ke kabupaten di daerah manapun terutama di luar Jawa selalu keluhannya, 'Pak listriknya byar-pet, Pak listriknya mati 6 jam, Pak listriknya mati 5 kali, Pak listriknya hanya menyala siang saja'. Oleh sebab itu proyek listrik ini jangan lagi tertunda," katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW adalah kebutuhan masyarakat yang harus diperjuangkan. Meski banyak tantangan yang harus dilewati.

Ia menuturkan, perjuangan itu harus setara dengan yang dilakukan para pahlawan sebelum 70 tahun yang lalu. Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Sekarang masih dalam suasana kemerdekaan. Lebih dari 70 tahun lalu, para pahlawan selalu katakan merdeka atau mati. Kalau kita perlu menekankan, 35.000 MW atau mati lampu. Dari pada kegelapan, lebih baik kita membangun 35.000 MW," tegas Sudirman.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/131428/3003806/1034/jokowi-ada-yang-hambat-35000-mw-ketemu-saya

Ini Daftar Wilayah Terpencil RI yang Siap Dialiri Listrik




 PT PLN (Persero) siap memulai program elektrifikasi 50 pulau terdepan dan wilayah perbatasan Indonesia. Listrik akan dipasok memakai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Program ini akan dimulai setelah BUMN listrik itu meresmikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah.

Elektrifikasi ini tidak akan dilakukan serentak, mengingat lokasinya yang berbeda-beda. Ada beberapa yang sudah mulai dibangun sejak pertengahan Agustus ini.
Berikut ini rincian: 

sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/132636/3003835/1034/ini-daftar-wilayah-terpencil-ri-yang-siap-dialiri-listrik?f9911013

 

50 Pulau Terdepan dan Perbatasan RI Mulai Dialiri Listrik

T PLN (Persero) siap memulai program elektrifikasi 50 pulau terdepan dan wilayah perbatasan Indonesia. Listrik akan dipasok memakai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, program ini akan dimulai setelah BUMN listrik itu meresmikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah.

"Selain peresmian dimulainya pembangunan PLTU Batang ini, kita juga akan meresmikan eletrifikasi 50 pulau terdepan dan wilayah perbatasan. Ini bukti kehadiran negara untuk masyarakat, dan kita nggak hanya fokus di Pulau Jawa tetapi juga daerah-daerah terpencil," kata Sofyan di lokasi proyek, Jumat (28/8/2015).

Elektrifikasi ini tidak akan dilakukan serentak, mengingat lokasinya yang berbeda-beda. Ada beberapa yang sudah mulai dibangun sejak pertengah Agustus ini.

"Beda-beda, ada yang tanggal 14 Agustus sudah mulai dibangun, ada yang 17 Agustus‎. Sekarang sudah jalan," ujarnya.

Berikut ini rincian Program Elektrifikasi 50 Lokasi di Pulau Terdepan dan Daerah Perbatasan:
  • Sukajaya 6x1000 kw untuk 600 pelanggan
  • Simeuleu Timur 3x10.00 kw untuk 1.100 pelanggan
  • Simeuleu Tengah 3x10.000 kw untuk 600 pelanggan
  • Pulau Banyak 2x200 kw untuk 60 pelanggan
  • Hibala 3x200 kw untuk 500 pelanggan
  • Tanah Masa 2x100 kw‎ untuk 400 pelanggan
  • Pulau Batu 2x200 kw untuk 150 pelanggan
  • Sibarut Selatan 1x500 kw untuk 230 pelanggan
  • Sipora Utara 2x500 kw untuk 1.450 pelanggan
  • Sikakap 1x500 Kw untuk 260 pelanggan
  • Peranggas 3x500 kw untuk 1.401 pelanggan
  • Ransai Pesisir 3x500 kw untuk 209 pelanggan
  • Karimun 6x1.000 kw untuk 3216 pelanggan
  • Anambas 4x1.000 kw untuk 1.424 pelanggan
  • Banguran 4x1.000 kw untuk 1.408 pelanggan
Total Investasi mesin Rp 191,7 milia‎r
Total Investasi Jaringan Rp 129 miliar

Kalimantan

  • Paloh 2x200 kw untuk 400 pelanggan
  • Jagoi Babng 2x500 kw untuk 300 pelanggan
  • Entikong 3x500 kw untuk 100 pelanggan
  • Desa Jasa 2x200 kw untuk 700 pelanggan
  • Badau 2x500 kw untuk 100 pelanggan
  • Long Apari 6x100 untuk 600 pelanggan
  • Pong Pahangai 6x100 kw untuk 300 pelanggan
  • Kayan Hulu 6x100 kw untuk 864 pelanggan
  • Lumbis Ogong 2x200 kw untuk 177 pelanggan
  • Tulin Onsoi 3x500 kw untuk 2.102 pelanggan
  • Sebuku 2x500 kw untuk 612 pelanggan
  • Sebatik 2x500 kw untuk 600 pelanggan
  • Semanggaris 2x500 kw untuk 750 pelanggan
Total Investasi Mesin 92 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 153,2 miliar

Sulawesi

  • Pulau Karatung 2x100 kw untuk 21 pelanggan
  • Pulau Miangas 2x100 kw untuk 21 pelanggan
Total Investasi mesin Rp 5,6 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 2,2 miliar

Nusa Tenggara Timur

  • Rote Ndao 2x500 kw untuk 912 pelanggan
  • Amfoang Timur 3x200 kw untuk 3062 pelanggan
  • Naekake 2x100 kw untuk 988 pelanggan
  • Kefamenamu 2x500 kw untuk 456 pelanggan
  • Kobalima Timur 2x500 kw untuk 836 pelanggan
  • Atambua Barat 2x500 kw untuk 769 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 42,5 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 87,5 miliar
Maluku dan Maluku Utara


  • Pulau Wetar 2x500 kw untuk 161 pelanggan
  • Pulau Kisar 2x500 kw
  • Pulau Leti 3x200 kw untuk 154 pelanggan
  • Pulau Moa 2x500 kw ‎untuk 589 pelanggan
  • Pulau Babar 2x500 kw untuk 589 pelanggan
  • Pulau Selaru 3x200 kw untuk 150 pelanggan
  • Suamlaki 3x1000 kw untuk 192 pelanggan
  • Tanimbar Selatan 2x100 kw
  • Tutukembung 4x500 untuk 2.092 pelanggan
  • Jerol 2x500 kw untuk 560 pelanggan
  • Morotai 6x500 kw untuk 1208 pelanggan
  • Daruba 4x500 kw
  • Bere-bere 1x500 kw
  • Sopi 1x500 kw untuk 259 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 88,9 miliar
Total Investasi Rp 157,9 miliar

Papua

  • Arso Timur 2x100 kw untuk 1.115 pelanggan
  • Waropko 2x100 untuk 200 pelanggan
  • Mindiptana 2x100 kw untuk 100 pelanggan
  • Kombut 2x100 kw untuk 200 pelanggan
  • Inyandit 2x100 kw untuk 100 pelanggan
  • Sota 2x100 kw untuk 100 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 16,8 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 27,57 miliar
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/102657/3003636/1034/3/50-pulau-terdepan-dan-perbatasan-ri-mulai-dialiri-listrik

Ini 50 Proyek Listrik Perbatasan yang Diresmikan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya meresmikan proyek listrik di Jawa saja, hari ini Jokowi juga meresmikan pengoperasian pembangkit listrik di wilayah terluar dan perbatasan Indonesia, sehingga masyarakat di pelosok sudah bisa menikmati listrik.

"Kami melihat betapa sangat berbahagia dan senangnya rakyat di perbatasan-perbatasan di pulau terdepan yang terpencil, yang sudah kami selesaikan ada di 50 lokasi," kata Jokowi, dalam sambutannya di acara Groundbreaking PLTU Batang 2 x 1.000 megawatt (MW), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2015).

Jokowi mengatakan, meskipun pembangkit listrik di daerah terpencil tersebut jumlahnya kecil, namun listrik tersebut sangat berarti bagi masyarakat di sana.

"Meskipun itu listrik dalam jumlah kecil 100 kilowatt (kw) 200 kw, 500 kw total 67 MW. Tetapi dari listrik itu lah, anak kita bisa belajar di malam hari, anak-anak kita bisa setiap malam menghidupkan listrik dan belajar. Juga nelayan kita, bisa membeli freezer (mesin pendingin) untuk mengawetkan ikannya. Belum usaha kecil di kampung-kampung, ibu-ibu yang menjahit kecil-kecilan. Ini yang sering kita lupa," ungkap Jokowi.

Berikut ini rincian Program Elektrifikasi 50 Lokasi di Pulau Terdepan dan Daerah Perbatasan:

Sumatera



  • Sukajaya 6x1000 kw untuk 600 pelanggan
  • Simeuleu Timur 3x10.00 kw untuk 1.100 pelanggan
  • Simeuleu Tengah 3x10.000 kw untuk 600 pelanggan
  • Pulau Banyak 2x200 kw untuk 60 pelanggan
  • Hibala 3x200 kw untuk 500 pelanggan
  • Tanah Masa 2x100 kw‎ untuk 400 pelanggan
  • Pulau Batu 2x200 kw untuk 150 pelanggan
  • Sibarut Selatan 1x500 kw untuk 230 pelanggan
  • Sipora Utara 2x500 kw untuk 1.450 pelanggan
  • Sikakap 1x500 Kw untuk 260 pelanggan
  • Peranggas 3x500 kw untuk 1.401 pelanggan
  • Ransai Pesisir 3x500 kw untuk 209 pelanggan
  • Karimun 6x1.000 kw untuk 3216 pelanggan
  • Anambas 4x1.000 kw untuk 1.424 pelanggan
  • Banguran 4x1.000 kw untuk 1.408 pelanggan
Total Investasi mesin Rp 191,7 milia‎r
Total Investasi Jaringan Rp 129 milia
Kalimantan



  • Paloh 2x200 kw untuk 400 pelanggan
  • Jagoi Babng 2x500 kw untuk 300 pelanggan
  • Entikong 3x500 kw untuk 100 pelanggan
  • Desa Jasa 2x200 kw untuk 700 pelanggan
  • Badau 2x500 kw untuk 100 pelanggan
  • Long Apari 6x100 untuk 600 pelanggan
  • Pong Pahangai 6x100 kw untuk 300 pelanggan
  • Kayan Hulu 6x100 kw untuk 864 pelanggan
  • Lumbis Ogong 2x200 kw untuk 177 pelanggan
  • Tulin Onsoi 3x500 kw untuk 2.102 pelanggan
  • Sebuku 2x500 kw untuk 612 pelanggan
  • Sebatik 2x500 kw untuk 600 pelanggan
  • Semanggaris 2x500 kw untuk 750 pelanggan
Total Investasi Mesin 92 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 153,2 miliar

Sulawesi


  • Pulau Karatung 2x100 kw untuk 21 pelanggan
  • Pulau Miangas 2x100 kw untuk 21 pelanggan
Total Investasi mesin Rp 5,6 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 2,2 miliar

Nusa Tenggara Timur


  • Rote Ndao 2x500 kw untuk 912 pelanggan
  • Amfoang Timur 3x200 kw untuk 3062 pelanggan
  • Naekake 2x100 kw untuk 988 pelanggan
  • Kefamenamu 2x500 kw untuk 456 pelanggan
  • Kobalima Timur 2x500 kw untuk 836 pelanggan
  • Atambua Barat 2x500 kw untuk 769 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 42,5 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 87,5 miliar

Maluku dan Maluku Utara
  • Pulau Wetar 2x500 kw untuk 161 pelanggan
  • Pulau Kisar 2x500 kw
  • Pulau Leti 3x200 kw untuk 154 pelanggan
  • Pulau Moa 2x500 kw ‎untuk 589 pelanggan
  • Pulau Babar 2x500 kw untuk 589 pelanggan
  • Pulau Selaru 3x200 kw untuk 150 pelanggan
  • Suamlaki 3x1000 kw untuk 192 pelanggan
  • Tanimbar Selatan 2x100 kw
  • Tutukembung 4x500 untuk 2.092 pelanggan
  • Jerol 2x500 kw untuk 560 pelanggan
  • Morotai 6x500 kw untuk 1208 pelanggan
  • Daruba 4x500 kw
  • Bere-bere 1x500 kw
  • Sopi 1x500 kw untuk 259 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 88,9 miliar
Total Investasi Rp 157,9 miliar

Papua

  • Arso Timur 2x100 kw untuk 1.115 pelanggan
  • Waropko 2x100 untuk 200 pelanggan
  • Mindiptana 2x100 kw untuk 100 pelanggan
  • Kombut 2x100 kw untuk 200 pelanggan
  • Inyandit 2x100 kw untuk 100 pelanggan
  • Sota 2x100 kw untuk 100 pelanggan
Total Investasi Mesin Rp 16,8 miliar
Total Investasi Jaringan Rp 27,57 miliar sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/110319/3003669/1034/3/ini-50-proyek-listrik-perbatasan-yang-diresmikan-jokowi

4 Tahun PLTU Terbesar di ASEAN Mandek, di Tangan Jokowi 6 Bulan Jalan

4 Tahun PLTU Terbesar di ASEAN Mandek, di Tangan Jokowi 6 Bulan Jalan
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang 2 x 1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah, sudah empat tahun mandek. Namun, di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangkit listrik yang diklaim akan menjadi pembangkit terbesar di kawasan ASEAN ini bisa berjalan.

"Proyek ini sudah tertunda selama 4 tahun. Oleh sebab itu saya kemarin memberi target ke menteri, supaya 6 bulan sejak dilantik harus selesai," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Construction Kick Off PLTU Batang Jawa Tengah 2 x 1.000 MW dan Peresmian Program Elektrifikasi 50 Lokasi di Pulau Terdepan dan Daerah Perbatasan, di Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2015).

Jokowi tidak ingin lagi PLTU yang menelan biaya investasi lebih dari Rp 40 triliun tersebut kembali mandek, sehingga ia akan memantau terus kelanjutan proyek ini. Proyek ini mandek terutama karena masalah pembebasan lahan yang berlarut-larut karena ada penolakan beberapa warga.

"Saya kejar terus, proyek ini harus berjalan, 4 tahun tertunda, saya kejar 6 bulan dan ternyata bisa jalan," ungkap Jokowi.

Ia menambahkan, proyek listrik ini penting, karena setiap kunjungan kerja ke daerah, keluhan rakyat yang disampaikan kepadanya adalah listrik yang sering mati alias byar-pet.

"Karena setiap saya ke kabupaten di daerah manapun terutama di luar Jawa selalu keluhannya, 'Pak listriknya byar-pet, Pak listriknya mati 6 jam, Pak listriknya mati 5 kali, Pak listriknya hanya menyala siang saja'. Oleh sebab itu proyek listrik ini jangan lagi tertunda," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini menegaskan, listrik perannya sangat berarti terutama bagi rakyat yang ada di daerah-daerah terpencil.

"Listrik mengalir, apa yang kita lihat akan luar biasa. Anak-anak bisa belajar, nelayan bisa membeli freezer (mesin pendingin), ibu-ibu bisa menjahit, industri besar bisa berjalan, hotel bisa beroperasi. Industri dari yang kecil sampai yang besar bisa jalan semua," tutup Jokowi.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/111351/3003690/1034/4-tahun-pltu-terbesar-di-asean-mandek-di-tangan-jokowi-6-bulan-jalan?f9911013

Tekan Sirine, Jokowi Resmikan PLTU Terbesar di ASEAN

Tekan Sirine, Jokowi Resmikan PLTU Terbesar di ASEAN
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah 2 x 1.000 MW akhirnya dimulai setelah molor bertahun-tahun terkendala lahan. Presiden Jokowi pagi ini meresmikan dimulainya groundbreaking PLTU terbesar di ASEAN ini.

Kurang lebih pukul 10.30 WIB, Jokowi yang memakai kemeja putih lengan panjang menekan sirine tanda dimulainya groundbreaking. Orang nomor satu di Indonesia tersebut didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Selain itu ada juga Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo keluar dari helikopter.

Sebelum menekan sirene Jokowi mengatakan, proyek ini men‎jadi model setiap masalah dalam pembangunan infrastruktur bisa dipecahkan. Ia memastikan, tidak ada keraguan investasi bisa berjalan.

"Tidak boleh, setelah ramai-ramai lalu pekerjaannya tidak ada. Saya akan mendadak jalan ke sini untuk pantau jalan atau nggak. Tadi sudah menyanggupi kalau proyek ini tidak selesai 60 bulan tetapi 50 bulan sehingga tahun 2018 selesai," tegas Jokowi yang dilanjutkan menekan sirine di lokasi proyek, Batang, Jawa Tengah Kamis (28/8/2015)
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/103927/3003647/1034/tekan-sirine-jokowi-resmikan-pltu-terbesar-di-asean?f9911023

70 Tahun RI Merdeka, 400 Desa di Maluku Belum Dapat Listrik

70 Tahun RI Merdeka, 400 Desa di Maluku Belum Dapat Listrik
Ada kurang lebih 1.690 desa di Maluku dan Maluku Utara, tapi tak semuanya bernasib sama. Hingga Republik Indonesia (RI) genap berusia 70 tahun pada 17 Agustus 2015 lalu, masih ada sekitar 400 desa di Maluku dan Maluku Utara yang belum mendapat listrik.

Jika dihitung berdasarkan pulau, ada kira-kira 2.000 pulau di Maluku dan Maluku Utara, dan 200 pulau di antaranya sudah berpenghuni. Tapi hanya 46 pulau yang sudah terang benderang, karena mendapat pasokan listrik dari PT PLN (Persero).

Sebagian besar desa yang belum mendapat listrik berada di pulau-pulau terluar Indonesia, lokasinya terpencil. Namun, bukan berarti mereka tidak berhak menikmati fasilitas listrik dari negara. Karena itu, pemerintah menugaskan PLN untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik di pulau-pulau terluar pada tahun ini. Sampai hari ini, sudah 35 pulau yang berhasil dialiri listrik oleh PLN.

"Total ada 890 desa di Maluku dan 800 di Maluku Utara. Ada 400 di antaranya belum terlistriki, 35 sudah terlistriki dari program listrik pulau terluar," kata General Manager PLN Maluku-Maluku Utara, M Ikhsan Asaad, saat berbincang dengan detikFinance di Kantornya, Ambon, Rabu (26/8/2015).

Ikhsan menuturkan, PLN kesulitan melistriki 400 pulau yang belum tersentuh tersebut, karena berbagai hal. Mulai dari keterbatasan sarana pendukung untuk jaringan listrik PLN, wilayah yang sangat terisolasi, penduduk yang terlalu sedikit, hingga budaya masyarakat yang belum mengenal uang.

Belum adanya jalan raya membuat PLN sulit membangun jaringan listrik. Wilayah yang terisolasi membuat PLN tak bisa mengirim alat-alat listrik ke wilayah tersebut. Jumlah penduduk yang sangat sedikit membuat pembangunan pembangkit listrik menjadi tidak ekonomis. Belum masuknya budaya uang membuat PLN tak bisa menjual listrik pada masyarakat.

"Ada yang sarana nggak ada jalan. Ada yang penduduknya hanya 5 orang, kan nggak ekonomis. Ada juga transportasinya ke sana nggak ada. Parahnya lagi beberapa tempat, misalnya di Pulau Aru ada 7 desa, masih belum kenal uang," dia mengungkapkan
Meski begitu, Ikhsan mengaku terus berupaya mencari cara, agar listrik bisa masuk ke seluruh pelosok Maluku-Maluku Utara. PLN menargetkan, rasio elektrifikasi Maluku-Maluku Utara yang saat ini masih 75% bisa naik sampai 80% tahun ini, dan mencapai 100% pada 2019.

Karena itu, pihaknya terus menggenjot pembangunan pembangkit-pembangkit baru di pulau terluar dan daerah perbatasan pada tahun ini. Diharapkan tahun ini kapasitas terpasang listrik di pulau terluar dan perbatasan yang berada di Maluku-Maluku Utara bisa bertambah 14 megawatt (MW) di 12 pulau. Daya listrik sebesar 14 MW ini bisa melistriki 28.000 pelanggan baru.

Sejauh ini, PLN sudah mendapatkan 6.000 pelanggan baru di pulau-pulau terluar dan perbatasan di Maluku-Maluku Utara. Untuk menarik minat masyarakat setempat, PLN menggratiskan biaya pemasangan instalasi dan memberikan pulsa listrik Rp 20.000. "Kemarin ada program pemerintah listrik gratis (di pulau terluar dan perbatasan), sudah dapat 6000 pelanggan baru. Biaya instalasi gratis plus voucher token Rp 20.000," paparnya.

Diharapkan, pembangunan listrik di pulau-pulau terluar dan perbatasan ini bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat yang selama ini masih tertinggal. Dengan adanya listrik, berbagai fasilitas infrastruktur dan industri bisa dibangun, kesejahteraan masyarakat pun bisa meningkat. "Kami dorong Pemda bangun pelabuhan, industri, cold storage untuk ikan, kita akan layani semuanya," pungkas Ikhsan.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/27/072649/3002466/1034/2/70-tahun-ri-merdeka-400-desa-di-maluku-belum-dapat-listrik

4 Tahun Mangkrak, PLTU Terbesar ASEAN Ini Akhirnya Dibangun


4 Tahun Mangkrak, PLTU Terbesar ASEAN Ini Akhirnya Dibangun
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terbesar di ASEAN berkapasitas 2 x 1.000 MW‎ di Batang, Jawa Tengah akan diresmikan pembangunannya pada hai ini. Pembangunan ditandai oleh peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rencananya, Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hadir pula Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Acara hari ini penting sebagai penanda dimulainya megaproyek yang mangkrak sejak 4 tahun lalu tersebut.

PLTU ini dibangun dan dikelola oleh PT Bimasena Power Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan dari konsorsium J-Power, Itochu, dan‎ Adaro.

Kebutuhan dana investasi untuk membangun PLTU ini diperkirakan mencapai US$ 4 miliar, atau Rp 56 triliun. PLTU berdiri di atas lahan seluas 226 hektar di 3 desa, yakni Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowareng.

Sebelumnya megaproyek ini sempat tertunda pembangunannya akibat proses pembebasan lahan yang tak kunjung usai. Hingga Maret 2015 tercatat, dari 226 hektar lahan yang dibutuhkan, sekitar 12,5 hektar atau 5% belum bisa dibebaskan.

Meski lahan yang terbebas sudah mencapai 95%, sayangnya proses pembangunan belum bisa dimulai. Karena, lokasi tanah yang belum dibebaskan adalah lokasi penting yang nantinya akan menjadi lokasi berdirinya bangunan utama PLTU ini
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/080025/3003496/1034/4-tahun-mangkrak-pltu-terbesar-asean-ini-akhirnya-dibangun?f990101mainnews

9 Hektar Lahan PLTU Terbesar di ASEAN Belum Bebas

9 Hektar Lahan PLTU Terbesar di ASEAN Belum Bebas
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah akhirnya dibangun juga meski masih ada lahan yang belum bebas. PT PLN (Persero) akan membawa masalah lahan ini ke pengadilan.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyatakan sampai saat ini masih ada sekitar 9 hektar lahan di area pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW itu yang belum bebas.

"Sekarang sudah semakin kecil. Kita musyawarah terakhir minggu lalu untuk tinggal yang 9 hektar. Dari yang 9 hektar itu akhirnya kita putus untuk taruh di pengadilan," ujar Sofyan ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (28/8/2015).

Ia mengatakan, rata-rata nilai pembebasan lahan dihargai Rp 100.000 per meter. Jadi untuk 9 hektar kira-kira butuh 9 miliar.

"Ini titip di pengadilan, tapi sepertinya juga mereka setuju. Nggak ada masalah," katanya.

Pembangunan PLTU terbesar di ASEAN ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/093834/3003576/1034/9-hektar-lahan-pltu-terbesar-di-asean-belum-bebas?f9911023

Masih Ada 1 Warga Tolak Pembangunan PLTU Terbesar di ASEAN

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah akhirnya dibangun setelah molor 4 tahun dari rencana semula. Masih ada saja warga yang menolak pembangunan PLTU terbesar di ASEAN ini.

"Iya memang ada. Tapi ini cuma 1 orang. Dia bilang ini lokasi tidak tepat dan sebagainya," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir ditemui di lokasi proyek, Jumat (28/8/2015).

"Tapi 1 orang ini hanya satu bidang, kalau dibanding luas bidang tanah yang 220-an hektar itu kan nggak masuk akal. Asumsi saya sih ini cuma persaingan bisnis, jadi bukan hal yang benar-benar bisa diperkarakan," ujarnya.

Sofyan pun tidak akan mundur hanya karena ada penolakan dari satu orang tersebut. Menurutnya, kepentingan negara dan rakyat banyak tidak boleh ditahan oleh kepentingan satu orang saja.

"Kan kepentingan negara itu tidak boleh terganggu hanya karena kepentingan 1 orang. Ini nggak boleh dikalahkan kepentingan negara. Apakah kalau 1 orang ini akhirnya menang misalnya, lalu 3 tahun kemudian PLTU ini nggak jadi terbangun. Apa dia siap tanggung jawab kalau jawa mati lampu 3 tahun lagi? Jadi ini tetap jalan," ujarnya.

Pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW ini Sofyan perkirakan bisa mengaliri hingga ratusan ribu rumah tangga. Kebutuhan listrik Indonesia saat ini sudah sangat besar, tidak sebanding dengan pasokannya.

Pembangunan PLTU terbesar di ASEAN ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

PLTU ini dibangun dan dikelola oleh PT Bimasena Power Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan dari konsorsium J-Power, Itochu, dan‎ Adaro.

Kebutuhan dana investasi untuk membangun PLTU ini diperkirakan mencapai US$ 4 miliar, atau Rp 56 triliun. PLTU berdiri di atas lahan seluas 226 hektar di 3 desa, yakni Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowareng.
Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/094656/3003582/1034/masih-ada-1-warga-tolak-pembangunan-pltu-terbesar-di-asean?f9911023

Resmikan PLTU Terbesar di ASEAN, Jokowi Diantar Pakai Helikopter

Resmikan PLTU Terbesar di ASEAN, Jokowi Diantar Pakai Helikopter
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah. Jokowi tiba di lokasi diantar pakai helikopter.

Begitu helikopter mendarat, Jokowi yang berkemeja putih dan celana hitam langsung menuju lokasi peresmian proyek yang berada di pinggir pantai Kabupaten Batang. Tenda berukuran besar, sekitar luas lapangan futsal, sudah didirikan panitia untuk acara peresmian.

Dari pantauan detikFinance, Jokowi tidak sendirian naik helikopter. Ada beberapa menteri yang ikut terbang, yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Selain itu ada juga Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo keluar dari helikopter.

Saat berita ini ditayangkan peresmian pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW masih berlangsung
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/08/28/095914/3003600/1034/resmikan-pltu-terbesar-di-asean-jokowi-diantar-pakai-helikopter?f9911013